Depok, 23 Juli 2026 – Komitmen Universitas Nusa Mandiri (UNM) dalam membangun budaya mutu dan mengimplementasikan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) secara berkelanjutan kembali mendapat apresiasi. Kali ini, Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara (STIPAN) melakukan kegiatan benchmarking ke UNM untuk mempelajari praktik baik pengelolaan penjaminan mutu yang telah diterapkan di lingkungan universitas.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kampus Universitas Nusa Mandiri Margonda ini dihadiri oleh jajaran pimpinan kedua perguruan tinggi. Delegasi UNM dipimpin oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Nita Merlina, M.Kom., didampingi Wakil Rektor II Bidang Non Akademik Arif Hidayat, S.S., M.Hum., Dekan Fakultas Teknologi Informasi Dr. Anton, M.Kom., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Dr. Ida Zuniarti, S.E., M.M., Kepala Badan Penjaminan Mutu Endang Pujiastuti, M.Kom., Kepala LPPM Ir. Andi Saryoko, S.Kom., M.Kom., IPM., ASEAN Eng., serta jajaran terkait lainnya. Sementara itu, rombongan STIPAN dipimpin oleh Wakil Ketua STIPAN, Dr. Rajanner P. Simarmata, M.Si.

Sebagai wujud komitmen dalam mempererat hubungan kelembagaan, kegiatan diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Universitas Nusa Mandiri dan STIPAN. Penandatanganan tersebut menjadi landasan bagi kedua institusi untuk mengembangkan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal. Melalui kerja sama ini, kedua institusi berkomitmen membangun kolaborasi yang berkelanjutan guna meningkatkan kualitas tata kelola perguruan tinggi.

Sesi benchmarking berlangsung interaktif dengan membahas berbagai strategi penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) sebagai fondasi utama dalam peningkatan mutu perguruan tinggi dan keberhasilan akreditasi. Diskusi mencakup implementasi siklus PPEPP, validasi SPMI melalui sistem LLDIKTI, pemetaan SPMI dan SPME, proses review eksternal, hingga mekanisme verifikasi bagi perguruan tinggi yang memasuki masa reakreditasi.
Melalui kegiatan ini, STIPAN memperoleh berbagai masukan mengenai penguatan tata kelola penjaminan mutu, penyempurnaan kebijakan internal, peningkatan kapasitas unit pengelola data, optimalisasi Audit Mutu Internal (AMI) dan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM), serta penyusunan dokumen standar mutu yang mendukung siklus peningkatan berkelanjutan. Selain itu, diskusi juga menekankan pentingnya komitmen seluruh sivitas akademika dalam membangun budaya mutu yang terintegrasi dengan sistem informasi dan didukung tata kelola yang efektif.

