Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Swasta Indonesia (AFEBSI) menyelenggarakan Bimbingan Teknis Nasional (BIMTEKNAS) pada Kamis–Sabtu, 5–7 Februari 2026, bertempat di Diradja Hotel Jakarta. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola program studi serta mempercepat pencapaian Akreditasi Unggul bagi perguruan tinggi anggota AFEBSI di seluruh Indonesia.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Mandiri (FEB UNM) turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini melalui kehadiran Endang Pujiastuti, M.Kom, selaku Kepala Badan Penjaminan Mutu (BPM) UNM, dan Lia Mazia, S.Kom., M.MSI, selaku Ketua Program Studi Bisnis Digital. Keikutsertaan FEB UNM mencerminkan komitmen institusi dalam penguatan mutu akademik dan tata kelola pendidikan tinggi.
BIMTEKNAS AFEBSI dibuka secara resmi oleh Ketua Umum DPN AFEBSI, Achmad Rozi, SE., MM., CPHCM, serta menghadirkan sejumlah narasumber nasional yang kompeten di bidang kebijakan pendidikan tinggi, penjaminan mutu, dan akreditasi. Pada hari pertama, Prof. Dr. Ir. Hermanto, M.Ec. menyampaikan materi Arah Kebijakan dan Transformasi Pendidikan Tinggi Menuju Indonesia Emas 2045. Dalam paparannya, disampaikan tujuh faktor kunci pengembangan kurikulum pendidikan EMBA, meliputi kurikulum berbasis kompetensi dan tren global, pembelajaran berorientasi praktik, kolaborasi industri dan pemerintah, pengembangan dosen dan peneliti berdampak, internasionalisasi program studi, pemanfaatan teknologi dan data berbasis kecerdasan buatan yang beretika, serta penguatan soft skills dan nilai-nilai etika.
Materi berikutnya disampaikan oleh Dr. Muhyarsyah, SE., M.Si., yang membahas Manajemen Pengelolaan Program Studi Berbasis Akreditasi Unggul. Ia menekankan pentingnya kesinambungan antara Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME), dengan kriteria dan indikator akreditasi diposisikan sebagai framework strategis dalam perencanaan dan peningkatan mutu berkelanjutan.
Pada hari kedua, Dr. Desiana Vidayanti, M.T. dari Universitas Mercu Buana memaparkan materi Integrasi SPMI, IKU, dan PDDIKTI dalam Dokumen Akreditasi, sekaligus mengulas kebijakan terbaru terkait perubahan regulasi SN-DIKTI serta implementasi siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) sebagai fondasi utama sistem penjaminan mutu perguruan tinggi.
Kegiatan BIMTEKNAS ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Universitas Nusa Mandiri (UNM) dan AFEBSI. Penandatanganan MoU tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi kelembagaan, khususnya dalam bidang pengembangan pendidikan, penjaminan mutu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kolaborasi tridarma perguruan tinggi di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Selanjutnya, peserta mendapatkan pembekalan terkait Penyusunan Narasi DED dan Evidencing, Penyusunan DKPS Berbasis Indikator Kinerja dan Evidence, serta simulasi asesmen lapangan dan teknik menjawab pertanyaan asesor. Materi-materi tersebut memberikan bekal praktis bagi pimpinan fakultas dan program studi dalam menghadapi proses akreditasi secara lebih terstruktur dan berbasis data.
Sebagai penutup, disampaikan materi Penyusunan Rencana Aksi Percepatan Akreditasi Unggul Program Studi, yang memberikan panduan aplikatif dalam merumuskan langkah-langkah strategis, terukur, dan berkelanjutan menuju capaian akreditasi unggul.
Melalui pelaksanaan BIMTEKNAS dan penandatanganan MoU ini, AFEBSI bersama UNM menegaskan komitmen bersama untuk terus meningkatkan mutu pendidikan tinggi, memperkuat tata pamong dan tata kelola institusi, serta mendorong terwujudnya akreditasi unggul yang berkelanjutan dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

